Kamis, 20 Juli 2017

So?

Kejujuran adalah salah satu kunci langgengnya suatu hubungan.
Tapi bagaimana kalau kejujuran itu tidak dipakai disuatu hubungan? Apa reaksi kalian? Apa kalian betah menjalankan hubungan sedemikian rupa?
No.

Yes, i'm so.
Tapi pada kenyataannya hubungan saya tidak ada kejujuran. Bagaimana reaksi saya? Reaksi saya awalnya memaklumi. Tapi entah kelama-lamaan kebohongannya pun menjadi. Entah itu hal sepele atau hal yang besar. Bagaimana rasanya? Yes, rasanya sakit. Sakit sekali. Saya berfikir hubungan ini seperti hubungan main-main. Entah tujuan dari ia bohong itu apa? Mungkin takut saya tau. Tapi apa saya tidak boleh mengetahuinya? Bagaimana mana bisa mempercayai satu sama lain kalau sesuatunya harus ditutupi. Memang awalnya dibohongi itu sakit. Tapi karna saya sudah terbiasa, saya pun biasa saja. Dulu saya cengeng. Tapi saya sekarang tidak mau cengeng. Buat apa menangis kalau ujungnya akan sama seperti itu. Sama sama dibohongi. Saya menyadari itu tidak ada guna nya.
Berlarut-larut dengan kesedihan karna dibohongi itu tidak ada gunanya? Kenapa? Karena percuma kalau kamu dibohongi terus terusan untuk hal yang sama.
Apa ia tidak ingin merubah sifatnya yang pembohong? Entah! Setiap kali ada perdebatan. Selalu ia menghindar. Seakan tidak ada masalah. Dia tidak memperdulikan saya. Saya yang sedang emosi, saya yang ingin menangis. Dia tetap melanjutkan aksi konyolnya yang seolah-olah tidak ada masalah. Entah disini yang seperti anak kecil saya atau dia? Intinya saya menulis blog ini apa? Karna saya tidak tau harus nengeluarkan uneg-uneg ini kesiapa. Saya bingung. Seakan saya tidak merasakan ada orang yang juga merasakan.
Sekian.