Sabtu, 17 Februari 2018

Pembohong

Apa yang akan kamu lakukan kalau orang yang kamu sayang itu berubah? 
Apakah kamu akan mempertanyakannya? Atau kamu diam seribu bahasa? 

Apa yang kamu lakukan kalau orang yang kamu sayang bertahun - tahun selalu membohongi mu? Apa kamu akan tetap bertahan dengan keadaan seperti ini? Membiarkan orang tersebut tetap bohong? 

Ya, itu pertanyaan yang selalu muncul ketika saya sedang sendiri atau merenung. Apalagi di saat jam jam seperti ini (03:09'18) rasanya pertanyaan itu selalu hadir ketika saya lengah. 
Apa saya ini perempuan bodoh?
Mau bertahan bertahun - tahun dengan laki - laki yang selalu berbohong tanpa pernah menampakan dirinya kalau dia sedang tidak berbohong. Rasa nya aku ingin sekali merasakan nikmatnya hidup tanpa kebohongan. Tapi itu mustahil buatku! 

Dan, mungkin aku ini perempuan bodoh yang mau memaafkan kesalahan yang sama, tanpa pernah berfikir aku ini siapa? Apakah aku masih ada dan di anggap hadir di kehidupan nya? Apakah kehadiran ku dikehidupan dia masih layak? 
Kalau semua itu masih untuk ku kenapa dia bersifat sepeti ini? Apakah aku hanya pelariannya saja? 
Entahlah aku tidak akan pernah tahu, tanpa dia memberitahu. Hanya dia dan tuhan yang tau. 

Aku ini memang bodoh. Selalu menutupi kejelekan dia di depan orang - orang. Di depan orang -orang aku ingin sekali bilang kalau dia itu nomor. 1 di hidupku. Dia itu seperti Hero ku. Dia itu laki- laki yang selalu aku dambakan. 
Terkadang aku bahagia. Bisa punya dia. Kenapa? Karena tidak ada laki - laki seperti dia yang tahan dengan sifatku yang buruk ini.
Tapi entahlah sebenernya di fikiran ku itu apa?!
Yang ku tahu sekarang aku benci. Benci untuk mengingat kalau dia berbohong. Dan benci itu hilang ketika ku mengingat masa - masa manis ku dengan nya. 

Ah, entahlah sebenernya apa yang ku pikirkan haha.
Kalau boleh memilih aku ingin waktu itu terulang kembali. Ketika waktu terulang aku bisa saja memilih untuk tidak bertemu dengan mu. Tapi pasti hidupku tidak akan semanis ini.